
Boeing, melalui anak perusahaannya Aurora Flight Sciences, memperkenalkan versi baru drone SKIRON-X yang menandai kemajuan signifikan dalam daya jelajah pesawat tak berawak.
Dengan menggunakan sel bahan bakar hidrogen, model SKIRON-XLE kini mampu terbang hingga 7 jam nonstop—dua kali lebih lama dari versi bertenaga baterai.
+ Klik di sini untuk menonton video SKIRON-X
Pembaruan ini merupakan bagian dari generasi ketiga UAV (Unmanned Aerial Vehicle/kendaraan udara tak berawak), yang menerima peningkatan pada sistem avionik, stasiun kendali darat, desain kerucut hidung baru, dan bahkan opsi radio jarak jauh.
+ K2 Black Panther: Tank Polandia Debut dalam Latihan NATO di Slovakia
Model standar SKIRON-X bertenaga baterai mengalami peningkatan waktu terbang dari 3 menjadi 3,5 jam. Sementara versi dengan sel hidrogen, selain daya jelajah yang lebih panjang, juga mengalami perubahan pada berat dan kapasitas: payload dikurangi dari 2,26 kg menjadi 1,45 kg, sementara berat lepas landas total meningkat dari 22,2 kg menjadi 24,5 kg.
Inovasi ini menunjukkan fokus Boeing terhadap teknologi berkelanjutan dan berdaya tahan tinggi untuk misi pengawasan, pengintaian, dan pengumpulan data—meskipun dengan pengorbanan moderat pada muatan.
Sumber dan gambar: X @BoeingDefense / Instagram @auroraflightsciences_. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
